Sabtu, 06 Mei 2017

Ngopi Puisi bersama Setia Naka Andrian

            Penikmat Ngopi bukan Kopi

     Ngopi Puisi memang tak asing lagi bagi mahasiswa UPGRIS. Kegiatan seni yang diadakan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini, merupakan agenda rutin yang terus diselenggarakan. Kegiatan yang berisi uraian sastra dari para sastrawan yang tak diragukan lagi karyanya membuat acara Ngopi Puisi menjadi semakin menarik dan energik. Tak hanya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia saja yang dapat menghadiri acara tersebut, semua program studi pun bisa datang bahkan dari luar kampus di izinkan asal sopan tentunya.
     Mengapa disebut Ngopi Puisi? Hal tersebut karena dalam acara itu, kita bukan hanya diajak untuk menikmati puisi-puisi ataupun pembuatan-pembuatan puisi yang memang diadakan. Kita juga disuguhi kopi dan cemilan sederhana seperti kacang rebus, singkong rebus, dan pisang rebus. Jajanan yang tak mewah tetapi megah bagi penikmatnya.
     Malam Jumat itu, Setia Naka Andrian yang merupakan sastrawan muda sekaligus dosen di UPGRIS, mengisi acara dengan apiknya. Dengan kaos polos merah yang bertuliskan "Sastrawan mana yang tak romantis?" mendukung suasana dan uraiannya mengenai puisi yang dijelaskan. Logat bicaranya yang seakan-akan sedang membaca puisi sembari menjelaskan bagaimana puisi tersebut membuat orang awam yang baru pertama kali melihat mungkin merasakan kebingungan. Namun, disitulah letak keunikannya.
     Memanglah tak banyak yang saya dapatkan malam itu dalam Ngopi Puisi. Saya hanya mencoba menikmati suasana santai yang disuguhkan pada kesempatan kala itu. Suasana malam Jumat dengan alunan puisi yang dibacakan oleh beberapa mahasiswa dengan mantap dalam dirinya berdiri di depan dan membacakan sajak-sajak apik para saatrawan. Acara ringan sebagai olah raga bagi tubuh yang jarang dialiri seni ini, sangat memberi manfaat bagi saya.
     Dengan diselingi kuis-kuis kecil dengan hadiah tak besar menjadi salah satu daya tarik. Acara Ngopi Puisi ini juga dapat dijadikan ajang perkumpulan mahasiswa yang haus akan seni. Mereka dapat bertukar pikiran dengan santainya. Tak jarang jenaka-jenaka dilontarkan pembawa acara untuk memeriahkan dinginnya malam.
     Diselenggarakannya acara ini secara rutin semoga dapat menambah wawasan bagi mahasiswa. Dapat menjadi penikmat yang berbakat. Artinya bukan hanya penikmat biasa melainkan dapat menghasilkan karya-karya luar biasa setelah menjadi penikmat tadi. Tak ada hasil bila tak ada usaha. Maka berusahalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar